Twitter

Secara umum Guide Number (GN) adalah angka yang mengindikasikan kekuatan jangkauan maksimum pancaran cahaya lampu kilat (flash). Semakain tinggi nilai angka GNsebuah lampu kilat, maka intensitas dan jangkauan cahaya akan semakin lebar dan jauh. 

Guide Number suatu flash ditentukan oleh pabrikan merk flash tersebut dengan suatu pengujian berdasarkan tingkat pancaran cahaya yang tepat pada objek diukur dan diset dengan aperture (diafragma). Ketika eksposur terbaik didapatkan oleh objek dari pencahayaan, maka Guide Number untuk mengukur eksposur tersebut adalah:

GN = Aperture x Jarak objek ke flash 
(kondisi standar pada ISO 100)

Dengan dasar perhitungan tersebut, maka kita juga dapat menentukan jarak ideal antara objek denganflash dan juga nilai aperture (diafragma) yang tepat, sebagai berikut:

Jarak objek ke flash = GN / Aperture

Aperture = GN / Jarak objek ke flash.

Menambahkan ISO
Pada saat pemotretan dengan kondisi objek dan flash harus berjauhan, sedangkan nilai GNflash kecil, apa yang harus dilakukan agar pancaran cahaya flash dapat menjangkau objek?

Karena perhitungan GN diatas menggunakan standar ISO 100, maka untuk menaikkan nilaiGN sehingga intensitas dan jangkauan flash semakin lebar dan jauh, maka kita bisa menaikkan nilai ISO. Karena semakin tinggi ISO maka kepekaan sensor kamera terhadap cahaya juga akan semakin besar. Dengan perhitungan menggunakan rumus:

GN (ISO-2) = GN (ISO-1) x akar dari (ISO-2/ISO-1)

Dengan GN (ISO 100) 56, maka perhitungan GN untuk ISO 200 adalah 56 x akar dari 200 dibagi 100, hasilnya adalah GN 79,2 pada ISO 200. 

Pada pemotretan dengan kondisi beberapa objek yang jaraknya berbeda-beda dari posisi kamera dan flash maka eksposur hanya akan tepat pada satu posisi objek saja, yang terjangkau flash. Biasanya, pada objek yang berada di dekat kamera atau yang berada pada area metering dari sistem auto-eksposur kamera. Objek di luar jangkauan kamera akan menjadi lebih gelap. Mengenai metering tersebut dijelaskan lebih lanjut dengan contoh-contoh hasil fotonya pada artikel Metering Pada Teknik Strobist (Off-Camera Flash).

Lebih lanjut mengenai sinkronisasi flash (flash sync) yang memiliki koneksi kinerja denganshutter speed (kecepatan rana). Pada setiap kamera DSLR terdapat berbagai modesinkronisasi flash ini. Mode ini biasanya tidak berlaku pada mode pemotretan Auto (A) padakamera DSLR.

1. Fill Flash / Front Curtain Sync. Mode ini dilambangkan dengan ikon petir. Disebut juga dengan anytime flash atau fill flash. Flash akan menyala seketika saat tombol rana (shutter button) ditekan dengan intensitas yang otomatis atau dengan nilai yang sudah ditentukan sebelumnya.

2. Red Eye Reduction. Dilambangkan dengan ikon petir + ikon mata. Prinsipnya sama dengan front curtain sync, namun pancaran cahaya nya dirancang sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan efek mata merah pada objek orang yang difoto.

3. Slow Sync. Dilambangkan dengan ikon petin + teks “SLOW”. Mode ini biasanya dikombinasikan jika Anda ingin menggunakan slow speed. Misalnya untuk foto landscape di malam hari, slow speed akan merekam latar belakang (background) dengan lebih detil dan cahaya flash akan mengatur cahaya yang pas sehingga menghasilkan detail objek di latar depan (foreground).

4. Slow Sync Red Eye Reduction. Prinsipnya sama dengan mode Slow Syncdengan menghilangkan efek mata merah jika ada objek orang pada foto tersebut.

5. Rear Curtain Sync. Dilambangkan dengan ikon petir + teks “REAR” . Mode ini merupakan kebalikan dari front Curtain Sync. Flash akan menyala beberapa saat sebelum rana tertutup. Biasanya digunakan untuk memotret objek bergerak dengan menampilkan efek slow motion dan menampilkan detail objek pada gerakan (motion) terakhir karena saat itulah flashmenyala.

Ketika Anda melihat keluar dari jendela saat pagi-pagi dan Anda melihat halaman Anda tertutup embun, berkilau di bawah sinar matahari Anda harus keluar dan mengambil kamera untuk memotret itu. Jika Anda tidak dapat bangun pagi-pagi, Anda dapat mencoba menggunakan botol semprot pada tanaman dan semak-semak karena hal ini akan menciptakan efek yang sama.

Berikut adalah Tips dan teknik memotret tetesan embun.

Aksesoris apa yang saya butuhkan?
Jika Anda memiliki Kamera DSLR menggunakan lensa makro saat Anda akan memotret pada jarak fokus dekat. Pengguna kamera compact harus beralih ke mode makro (biasanya simbol bunga pada pilihan mode kamera Anda agar kamera Anda tahu Anda akan bekerja dekat dengan subjek Anda).

Jika Anda memiliki tripod dengan sebuah kolom tengah yang dapat diaktifkan secara horisontal atau terbalik, aturlah, jika tidak, anda dapat mengganjalnya dengan bantal misalnya.

Jika Anda memilikinya, gunakanlah kabel release atau remote release, hal ini berguna agar kamera anda tidak bergoyang. Atau, self timer selama dua detik memberi Anda cukup waktu untuk menekan tombol.

Blur Background
Sebuah bukaan menengah akan memberikan kedalaman bidang atau Depth of field yang pas, dengan latar belakang yang tidak fokus, sementara objek tetap tajam. Awasi shutter speed Anda karena Anda tidak ingin foto menjadi blur. Cobalah dengan bukaan yang besar juga, jika menurut anda itu kurang tepat, maka rubahlah.

Fokus
Pastikan fokus Anda adalah pada tetesan, sehingga Anda mendapatkan gambar yang jelas dan bagus dari mereka. Anda mungkin harus mengorbankan ketajaman latar depan sebagai tetesan yang agak blur dan hanya akan mengalihkan perhatian orang yang melihat gambar.

Pembiasan Fotografi
Tetesan embun yang jatuh ke bawah pada ujung rumput tampak hebat, tetapi trik sederhana yang lain adalah untuk mendapatkan gambar di dalam tetesan embun. Untuk melakukan ini ambilah gambar bunga atau rumput dan memindahkannya di belakang subjek Anda sampai Anda bisa melihatnya dalam jendela bidik.

http://teknikfotografi.org/tips-dan-teknik-memotret-tetesan-embun/


Memilih tripod tidak hanya mempertimbangkan kekokohannya, namun juga fleksibilitas yang ditawarkan. Dengan dana Rp1 jutaan, pilihan yang tersedia adalah tripod berbasis alumunium yang bagus. Model terbaru yang menggunakan serat karbon harganya lebih mahal, tapi asalkan Anda menggunakan teknik yang tepat, tripod masih bisa mendukung di berbagai kondisi pemotretan.

Mungkin perlu juga untuk menambah bobot agar cukup stabil digunakan untuk mengabadikan eksposur yang sangat panjang. Tripod yang murah biasanya cukup ringan, jadi, menambahkan bobot ekstra akan membantu menjadikannya lebih stabil, terutama pada kondisi berangin. Sebagian model memiliki pengait di bagian bawah kolom tengah, yang bisa digunakan untuk menggantungkan tas kamera. Jika tidak ada pengait, kaitkan pegangan tas di atas tripod.

Fitur yang dicari :

1. Konstruksi kokoh
Carilah konstruksi aluminium terbaik yang bisa FK-wan dapatkan. Panjangkan tripod sampai tinggi maksimumnya dan tekan dengan lembut di bagian atas tripod untuk melihat seberapa banyak gerakan yang terjadi. Model yang ekonomis tidak mungkin statis, tapi gerakannya tidak boleh terlalu banyak.

2. Pengunci kaki efektif
Pastikan pengunci kaki-kaki tripod mudah dibuka dan ditutup, dan tetap pada posisinya. Cobalah memanjangkan kaki, kemudian tekan untuk memastikan kaki tidak ringkih.

3. Fleksibilitas
Pastikan tripod memungkinkan Anda untuk memotret dengan sudut pandang rendah dengan memiliki kaki tripod yang sudutnya bisa diatur. Kolom tengah yang bisa dilepas juga berguna untuk pemotretan dengan sudut pandang yang sangat rendah.

Selamat memotret!

inilah hasil karya olahan photo saya....!!! dari photo yang sederhana menjadi photo yang gimana.....!!!!







Sebagian besar dari kita memang bukan fotografer profesional, tapi banyak dari kita walaupun amatir tetapi sangat serius dalam menggelutinya. Lambat laun, kita akan menyadari bahwa ada lebih banyak hal untuk dipertimbangkan dari sekedar pengambilan gambar.
Bahkan, seorang fotografer yang serius pada hobinya harus belajar tentang hal-hal seperti lighting atau pencahayaan,exposure, komposisi dan camera angle atau sudut kamer, dan beberapa istilah lainnya.

Berikut adalah beberapa konsep dasar dalam fotografi

Lighting dan Exposure 
Apakah pernah mengambil gambar di tempat yang sangat terang atau gelap sehingga tidak bisa melihat object? Saya yakin anda pasti pernah mengalaminya. Nah, disini kita harus sadar betapa pentingnya pencahayaan dan exposure yang tepat dalamfotografi. Jangan sampai foto yang kita ambil hasilnya akan terlaluover atau terlalu under, karena akan menyulitkan kita nantinya dalam editing. 

Komposisi dan Sudut kamera atau Camera Angle 
Prinsip dasar lainnya dalam fotografi adalah komposisi, atau teknik pengaturan subjek dalam frame kamera. Komposisi yang tepat dari sebuah pengambilan gambar secara langsung berkaitan dengan sudut di mana fotografer mengambil gambar tsb.
Dengan sudut kamera tertentu dan komposisi yang tepat, sebuah foto bisa menarik di mata orang yang melihatnya, menambah arti pada gambar tersebut.

Dengan menarik mata orang yang melihat untuk bagian tertentu dari gambar, fotografer juga memberikan arti perasaan tertentu untuk gambar yg diambilnya. Tergantung pada subjek yang difotonya, penempatannya dalam frame dapat membuatnya tampak lebih misterius, kuat, sesuai, atau menarik. 
Konsep Fotografi yang lebih dalam 

Jika Anda ingin lebih memperluas pengetahuan Anda tentang konsep fotografi, mulailah bereksperimen dengan beberapa teknik yang lebih maju, seperti pengaturan bukaan, focal lengths dan pengaturan shutter speed.





Gambar tetesan atau percikan air sangat menarik untuk dilihat dan cukup mudah untuk dibuat. Anda mungkin sering melihat beberapa foto tetesan atau percikan air yang sangat bagus. Foto-foto ini tidak terlalu sulit untuk didapatkan selama anda memiliki kesabaran dan peralatan yang tepat.

Pertama-tama, ada tiga jenis utama dari fotografi kecepatan tinggi: Burung atau serangga yang sedang terbang, serta tetesan air. Dua hal yang pertama memerlukan peralatan khusus, sedangkan air tidak. Berikut adalah beberapa peralatan yang harus anda siapkan:
Body kamera
Sebuah lensa yang memungkinkan fokus jarak dekat. Lensa yang ideal adalah makro
Sebuah tripod atau permukaan kuat dan kokoh untuk meletakkan kamera.
Sebuah flashgun atau anda dapat mencoba menggunakan built in flash. Tetapi, flashgun akan terbukti lebih efektif
Sebuah nampan, wajan atau apapun yang berwarna hitam dengan tinggi 2 cm atau lebih yang cukup besar untuk menampung air.
Sebuah kantong plastik yang akan menyimpan air yang menetes.
Sebuah background berwarna.


Permulaan

Kamera harus diposisikan di depan air akan menetes, yaitu sekitar 2 – 3 cm di atas permukaan air, dan berjarak sekitar 15 – 20 cm jauhnya. Kemudian, tempatkan background dibelakang nampan. Jadi konsepnya yaitu kamera, kemudian nampan lalu background dalam satu baris. Sekarang flash-nya. Flash harus diposisikan di sisi kanan di mana air akan memetes dengan menggunakan kabel, dan menghadap ke arah background. Flash akan memantul dari background – memberikan warna yang bagus, tergantung kepada warna background yang anda pakai.
Sekarang, Anda perlu menempatkan kantong plastik di atas nampan. Anda dapat menempelkannya ke dinding, lemari atau apapun yang dapat menahannya. Pastikan saja tingginya sekitar 12-14 cm di atas nampan air.

Mengambil foto

Selanjutnya, anda harus membuat lubang kecil menggunakan jarum di bagian bawah kantong. Ini akan menciptakan aliran air yang sangat stabil. Jika Anda ingin alirannya menjadi lebih cepat, maka cukup membuat lubang sedikit lebih besar. Ingatlah untuk mengisi kantong plastik dengan air terlebih dahulu.

Sekarang pindahkan kamera ke fokus manual. Dimana tetesan air akan jatuh, untuk mengatur fokus, simpanlah sebuah pensil atau benda kecil pada spot tersebut. Kemudian periksa kembali bahwa flash menghadap background yang berwarna.

Settingan kamera

Modus manual pada settingan kamera yaitu 1/60 detik dan f/22, juga mode manual pada flash, power setting diatur pada 1/64 atau 1/32. Pengaturan ini akan membuat durasi flash benar-benar pendek, tetapi settingan ini hanya patokan dasar saja, anda dapat mengaturnya sesuai dengan kebutuhan.

Pastikan anda memotret dalam keadaan gelap, karena ini akan meningkatkan kualitas warna, serta flash akan bekerja lebih baik juga. Ingatlah bahwa ada aliran yang konstan atau terus menerus.

Anda dapat melakukan percobaan dengan cairan dan warna yang berbeda termasuk susu dan kopi. Setelah Anda tahu bagaimana melakukannya, anda dapat menggunakan apa pun yang anda inginkan