Twitter

Mengenal IS (Image Stabilization) Pada Kamera

Author afka gama raditya - -
Home » » Mengenal IS (Image Stabilization) Pada Kamera

Image Stabilization (IS) pada kamera Canon, atau Vibration Reduction (VR) jika anda adalah penggemar Nikon, merupakan kumpulan teknik yang digunakan untuk mengurangi blur yang disebabkan oleh gerakan berlebihan dari kamera selama eksposur.

Kebanyakan fotografer, amatir atau profesional sama, memahami nilai IS. Karena mereka seringkali sulit untuk mendapatkan posisi yang stabil untuk mengambil gambar terutama jika sedang bepergian dalam mobil, pesawat atau kereta. IS (Image Stabilization) bahkan lebih penting saat merekam video karena dengan waktu eksposur yang lebih lama, tapi bagaimana persisnya cara kerjanya?

Ada berbagai teknik IS yang produsen kamera gunakan dalam produk mereka. Image stabilization optik melakukannya dengan menstabilkan gambar yang direkam melalui berbagai jalur optik menuju sensor. Ada dua cara yang kamera jalankan melalui optik image stabilization ini, koreksi berbasis lensa (lens-based) dan koreksi berbasis sensor (sensor-based).

Stabilisasi berbasis lensa (lens-based stabilization) menggunakan lensa mengambang yang geraknya dikendalikan oleh elektromagnet, getaran yang terdeteksi oleh dua sensor gyroscopic untuk mengkoreksi horizontal dan vertikal. Stabilisasi sensor-shift menggunakan gyroscopic yang mengirimkan informasi ke sensor kamera yang dapat bekerja secara otomatis untuk membuat koreksi. Unsur penting dari semua sistem stabilisasi optik adalah mereka membuat koreksi sebelum sensor mengubah gambar menjadi informasi digital.

Digital Image Stabilization atau stabilisasi gambar digital digunakan pada kebanyakan kamera video modern. Metode ini mentransfer gambar digital dari frame ke frame video untuk menetralkan gerakan. Pixel yang digunakan yang jatuh di luar border dari frame yang terlihat untuk menyediakan buffer bagi pergerakan. Teknik ini dilakukan secara real-time dan tidak mempengaruhi tingkat noise dari gambar. Filter stabilisasi melakukan hal yang sama untuk stabilisasi gambar digital dengan cropping gambar untuk menyembunyikan gerakan.

Bentuk dari stabilisasi eksternal mencakup penstabil bodi kamera secara eksternal daripada menggunakan metode internal. Sekali lagi Giroskop digunakan, biasanya terhubung di mana mount tripod kamera berada, untuk menetralkan setiap getaran. Metode paling sederhana untuk menstabilkan kamera adalah dengan menggunakan tripod atau perangkat eksternal seperti steadycam.

Semua metode ini berfungsi dengan baik, tetapi mereka memiliki kelemahan tertentu. Metode digital cukup baru dan terus-menerus disempurnakan oleh produsen untuk membantu menghasilkan gambar terbaik. Kamera dengan image stabilization memungkinkan fotografer dari tingkat manapun untuk mengambil gambar tanpa kesulitan.

sumber : http://teknikfotografi.org